Saat memesan sofa custom, pertanyaan terbesar biasanya: "Mau pakai bahan kain atau kulit?" Iklim Indonesia yang panas dan lembap, ditambah kebiasaan keluarga, sangat menentukan daya tahan sofa Anda. Mari kita bahas kelebihan masing-masing.
1. Bahan Kain (Osnaburg, Velvet, Linen)
Kelebihan:
Tidak panas di kulit (cocok untuk iklim Indonesia), banyak pilihan warna dan tekstur, harganya lebih terjangkau.
Kekurangan:
Mudah menyerap noda (seperti kopi atau tumpahan makanan), dan bisa menjadi tempat berkembang biak tungau jika jarang divakum.
Daya Tahan: 3 - 5 tahun (tergantung pemakaian).
2. Bahan Kulit Sintetis (PU / Bycast)
Kelebihan:
Tampilan mewah menyerupai kulit asli, mudah dibersihkan dari noda cair (cukup dilap), anti-tungau.
Kekurangan:
Jika terkena panas matahari langsung terus-menerus, lama-lama bisa mengelupas. Kurang nyaman di kulit jika ruangan tidak ber-AC.
Daya Tahan: 4 - 6 tahun.
3. Bahan Kulit Asli (Full Leather)
Kelebihan:
Sangat premium, tahan lama (bisa belasan tahun), semakin lama dipakai semakin empuk dan bagus.
Kekurangan:
Harganya sangat mahal, butuh perawatan khusus (perlu dilap leather conditioner).
Daya Tahan: 10 tahun+.
Kesimpulan
Jika Anda mencari kenyamanan ekstra di ruang ber-AC, Velvet atau Linen adalah juaranya. Jika Anda tertarik memesan dengan bahan ini, Anda bisa langsung menggunakan jasa pembuatan sofa custom kami. Untuk gambaran budget, silakan baca estimasi biaya custom sofa L di artikel kami sebelumnya.